Sebuah TUJUAN

Dear Sahabats,

Pernahkah engkau bertanya, “Apakah tujuan hidup-ku?”

Diamlah sejenak untuk merenungkan jawabannya…..

Mungkin anda menjawab, untuk bekerja, cari uang, menikah, punya anak, punya rumah, punya mobil, jabatan dll.
Ada yang menjawab lebih abstrak lagi,
ingin bahagia atau ingin beribadah kepada Sang Empunya Langit.

Ya,
Saat kita bicara tujuan, ini berarti AKHIR atau FINISH.

Saat kita bilang tujuan kita ke Bandung,
maka sesampainya kita di Bandung, selesailah sudah.
Kita sampai di finish.

Kita sudah TERPUASKAN.

Tapi,
kenapa banyak Sahabats yang telah bekerja, menikah, punya anak, punya rumah & mobil, punya jabatan,
tapi akhirnya tetap merasa BELUM PUAS ?
tapi akhirnya tetap merasa KOSONG ?

 

Sahabats renungkan baik,

Andaikan seorang PENCIPTA menciptakan sebuah temuan baru yakni sebuah KURSI,
Tentu dengan TUJUAN untuk diduduki.

Siapa yang menentukan tujuan dari kursi ?
Sang kursi itu sendiri atau sang pencipta ?

Tentu. Sang PENCIPTA.

Demikian juga kita,
sebagai ciptaan tidak bisa menentukan sendiri tujuan kita.
Semua ditentukan oleh Sang PENCIPTA.

Kita, sebagai hasil ciptaan, tidak pernah bisa menentukannya,
paling-paling kita hanya bisa MEREKA-REKA.

Setiap HASIL CIPTAAN,
tujuannya ditentukan oleh SANG PENCIPTA

 

Sahabat perhatikan baik,

Ternyata hidup ini BUKAN tentang yang engkau ingin CAPAI.
Ternyata hidup ini BUKAN tentang yang engkau ingin MILIKI.
Ternyata, hidup ini adalah tentang apa yang TUHAN INGINKAN dari hidupmu.

IT’S NOT ABOUT ME, IT’S ABOUT HIM.

Dashyat.
 
Lalu,
pernahkah engkau BERTANYA ke Tuhan, apa tujuan hidupmu ?
Bukankah itu yang seharusnya kita ketahui terlebih dahulu ?

Saat Sahabats disuruh pergi dengan tujuan ke Bandung,
tentu Sahabats akan MANTAP melangkah karena tujuannya JELAS, yakni ke Bandung.

Bayangkan jika Sahabats disuruh pergi TANPA tujuan yang jelas,
tentu Sahabats akan berjalan dengan penuh KEBINGUNGAN kemana arah & tujuannya.
Kita seperti orang BUTA yang bingung mau kemana.

Sahabats,

Kita sesungguhnya TIDAK BUTA,
tapi jangan-jangan kita hidup dalam KEGELAPAN pekat.

Dashyat.

 

Akhirnya Sahabats,

Kebahagiaan sejati tidak akan pernah Sahabats dapatkan dari harta benda.
Kebahagiaan sejati tidak akan pernah Sahabats dapatkan dari jabatan.
Kebahagiaan sejati hanya bisa diraih saat kita MENCAPAI TUJUAN kita diciptakan.

Sebuah TUJUAN yang telah ditetapkan Sang Pencipta,
bagi masing-masing Sahabats.

 
Bogor 28 Maret 2010
Robby Hadisubrata

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s