Pertanyaan Paling BERHARGA

Dear Sahabats,

Ijinkan saya membawa Sahabats merenungkan 2 buah pertanyaan paling berharga,
yang keluar dari mulut seorang Saulus.

And he said, “WHO ARE YOU, Lord?”
Then the Lord said, ”I am Jesus, whom you are persecuting. It is hard for you to kick against the goads.”
So he, trembling and astonished,
said, ”Lord, WHAT DO YOU WANT ME TO DO?”
(Act 9 : 5-6 NKJV)

Dashyat.

 
2 buah pertanyaan paling berharga, yang mengiringi pertobatan Saulus.
2 buah pertanyaan paling berharga, yang mengubah hidup Saulus.

2 buah pertanyaan PALING BERHARGA,
yang juga DAPAT mengubah hidup kita.

 

Sahabats yang penuh cinta,

PERTOBATAN dalam hidup kekristenan, sangatlah penting.

Tidaklah cukup Sahabats terlahir sebagai orang Kristen.
Tidaklah cukup Sahabats rajin menjalankan ritual & rutinitas agama.
Tidaklah cukup Sahabats beragama Kristen.

Engkau HARUS mengalami PERTOBATAN,
di suatu waktu dalam hidupmu.

Dashyat.

 
Dan,
2 pertanyaan itu yang menjadi tanda bahwa engkau telah bertobat.
2 pertanyaan itu yang akan timbul terus menerus dalam benakmu, semenjak engkau bertobat.
2 pertanyaan itu yang mana engkau sedemikian haus untuk mendapatkan jawabannya.

 

Sahabats simak baik,

Pertanyaan pertama, “Siapakah Engkau Tuhan?”

Ini berbicara kerinduan kita untuk semakin mengenal Dia.

MENGETAHUI dan MENGENAL adalah dua hal yang berbeda.

Aku MENGETAHUI banyak hal tentang presiden SBY,
bahkan aku mungkin sudah membaca bukunya berkali-kali.
Tapi, aku TIDAK MENGENAL presiden SBY,
dan jika tiba-tiba aku datang ke rumahnya untuk berkunjung,
aku pasti nyaris mustahil bisa menjumpai beliau,
apalagi meminta sesuatu dari beliau.

Demikian juga dengan Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita.
Apakah anda sekedar MENGETAHUI tentang Yesus,
ataukah anda sungguh MENGENAL Dia?

 

Sahabats renungkan baik,

Siapa yang PALING MENGENAL diri-mu ?

Yang pasti,
PEMBANTU (hamba)-mu tidak mengenal sedemikian dalam.
SAHABAT-mu, mengenal lebih dalam, tapi masih belum seberapa.
ANAK-mu, pasti sangat mengenal diri-mu, tapi ada hal-hal rahasia yang dia belum tahu.
Yang paling mengenal dirimu, termasuk hingga hal-hal rahasia pastilah ISTRI-mu.

Ya,
Ini berbicara LEVEL HUBUNGAN kita dengan Tuhan.
Jangan berhenti pada level HAMBA,
krn seorang hamba tidak tahu rahasia-rahasia tuannya.
Naiklah terus pada level SAHABAT, ANAK & akhirnya MEMPELAI.

 

Sahabats ingat baik,

Seringkali,
Rutinitas mengakibatkan kita berhenti mendekati Dia.
Rutinitas beragama-mu, mengakibatkan kita berhenti mendekati Dia.

Jika kita melakukan A dan menghasilkan X.
Maka untuk mendapatkan hasil Z, apakah cukup dengan melakukan A ?
Tidak, anda harus mencoba B, lalu lihat apakah sudah menghasilkan Z ?
Jika belum, coba C lalu D dan seterusnya, sampai menghasilkan Z.

RUTINITAS bisa mengakibatkan kita,
berhenti mengenal Dia lebih lagi.

 
Ya,
Kuteringat seorang Sahabats yang masih menjalankan hukum Taurat Perjanjian Lama,
padahal itu saat level hubungan kita dengan Allah, sebagai HAMBA.

“Sebab kamu semua adalah ANAK-ANAK ALLAH,
karena IMAN di dalam Yesus Kristus.”
(Galatia 3:26)

Ya,
Saat kita sudah BERIMAN kepada Yesus Kristus, Tuhan & Juruselamat kita,
kita sudah diangkat menjadi ANAK ALLAH.

Kita sudah dibebaskan dari HUKUM TAURAT & status HAMBA.

Dashyat.

 

Sahabats dengar baik,

Pertanyaan kedua, “Apa yang Engkau inginkan daripadaku?”

Ini berbicara kesadaran akan adanya MAKSUD & TUJUAN Tuhan atas hidup kita.
Hanya setelah kita bertobat sungguh2,
kita menyadari,

Now I realize about my life,
It’s no more about me, it’s about You.
It’s about what do you want me to do for You.
That’s TRUE MEANING of life.

Dashyat.

 

Fokusnya bukan lagi apa yang KUMAU dalam hidupku.
Semua keinginan daging dan egosentris seperti karir, jabatan tinggi, semakin kaya, dsb.
BUKAN itu lagi.

 

Sahabats sadarilah,

Saat kita diberikan ANUGERAH utk mengalami pertobatan,
Tidak lain kita dipanggil olehNya,
untuk melakukan suatu TUGAS yang telah ditetapkanNya.

Lihatlah semua tokoh2 yang diceritakan di Alkitab.
Tidak ada satu-pun yang tidak diberi suatu penugasan.

Kita dipanggil untuk menjadi ALAT-NYA.
 

Tapi jangan salah menduga.
Tidak melulu untuk menjadi penginjil, pengkotbah, pendeta ataupun gembala.

TIDAK melulu.

Ada yang jadi penyanyi.
Ada yang jadi pemimpin di kantornya.
Ada yang jadi penulis buku.
Ada yang jadi pebisnis.

Tidak penting DIMANA dan SEBAGAI APA,
yang penting UNTUK SIAPA engkau melakukannya.

Dan,
semua harus sesuai TALENTA yang diberikanNya.

Lihat Petrus,
karena dia PENJALA IKAN,
Tuhan memberinya tugas sebagai PENJALA MANUSIA.

Kita pun demikian,
akan diberikan tugas sesuai talenta kita.

Dan jangan bingung,
karena Dia sendiri yang akan MENUNTUN setiap langkah-langkahmu.

Jadi,
mulailah BERJALAN.

Saat itulah,
Perjanjian Berkat Tuhan akan diberlakukan atas hidupmu.
Semua janji-janji Tuhan akan digenapi dalam hidupmu.

Engkau akan jadi KEPALA dan bukan ekor.
Engkau akan NAIK dan tidak pernah turun.
Engkau akan MEMINJAMKAN dan tidak meminjam.

Dan masih banyak janji Tuhan lainnya.

Dashyat.

 

Akhirnya Sahabats,

Itulah yang membedakan kita dari yang lain.
Itulah yang menandakan kita sebagai pengikut Kristus,
sebagai orang (bukan sekedar beragama) Kristen.

Semua berawal dari,
2 Pertanyaan PALING BERHARGA.

 

Bogor, 10 Mei 2010
Robby Hadisubrata

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s