Roti & Bukan BATU

Dear Sahabats,

Sudah menjadi kebiasaanku,
Hampir tiap pagi kugendong anakku Gavin yang baru berusia 8 bulan jalan-jalan keliling cluster rumahku.

Kemanapun matanya tertuju, kemanapun ia mau, aku mengarahkan kakiku kesana.
Saat dia hendak meraih sesuatu, aku mendekatkannya supaya dia bisa diraihnya.
Asalkan tidak membahayakan, aku akan lakukan demi Gavin, anakku.

Dan pagi itu,
Tuhan berbicara padaku.

“Adakah seorang dari padamu,
yang memberi BATU kepada anaknya, jika ia meminta ROTI,
Atau memberi ULAR, jika ia meminta IKAN?”

Ya,
Jika engkau saja tahu memberi pemberian yang baik kepada anakmu,
Apalagi Tuhan-mu!
Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepadaNya.

Dashyat.

 

Sahabats renungkan baik,

Tidak ada yang TIDAK BAIK Tuhan berikan kepadamu.
Karena Tuhan TIDAK PUNYA yang TIDAK BAIK untuk diberikan kepadamu.

Ya,
Yang Tuhan punya PASTI YANG BAIK buatmu.

Dashyat.

Hanya saja,
seringkali kita meminta yang SALAH.

Seringkali kita meminta batu bukannya roti.
Seringkali kita meminta ular bukannya ikan.

 

Sahabats yang penuh senyum,

Belum lama ini aku mengalami kejadian serupa.
Dikarenakan perjalananku pulang pergi dari BSD-Bogor-BSD tiap harinya,
menuntut aku untuk memiliki mobil yang ‘sehat’.

Dan sungguh aku diberkati Tuhan,
hingga di tahun ini aku berniat MENGGANTI mobilku.

Akan tetapi,
pikiranku mulai tak henti hentinya memikirkan tentang mobil,
hingga aku pun sempat RIBUT dengan istri gara-gara mobil.

Parahnya,
aku sibuk memikirkan mobil hingga aku melupakan waktu untuk Tuhan.

Aku mulai MELUPAKAN Tuhan.

Yang aku pikirkan, hanyalah mau ganti mobil apa, dimana dapat harga termurah dsb.
Tiap saat, hanyalah itu yang di pikiranku.

Sampai beberapa hari lalu,
ada suatu kejadian yang membuat aku TERPAKSA melupakan untuk mengganti mobilku.

Dashyat.

 

Sahabats perhatikan baik,

Aku menyadari ternyata DIBERKATI pun bisa merupakan UJIAN buatku.

Sesuatu yang menurutku PENTING, bagi Tuhan itu TIDAK PENTING.
Sesuatu yang telah menyita waktu dan perhatianku berminggu-minggu, bagi Tuhan itu tidak penting.
Sesuatu yang sedemikan pentingnya hingga aku ribut dengan istriku, bagi Tuhan itu tidak penting.

Terima kasih ya Tuhanku atas teguranMu.

Ya,

Seringkali sesuatu yang menurut kita PENTING,
bagi Tuhan itu TIDAK PENTING.

Dashyat.

 

Sahabats renungkan baik,

Batu berbicara sesuatu yang TIDAK ADA GUNANYA bagi kita.
Ular berbicara sesuatu yang MEMBAHAYAKAN bagi kita.

Dan jika yang engkau inginkan adalah sesuatu yang tidak berguna bagimu,
dan jika yang engkau inginkan adalah sesuatu yang membahayakanmu,
Tuhan tidak akan memberikannya kepadamu.

Sesederhana itu.

Jika engkau inginkan mobil baru, tapi Tuhan tahu itu sesuatu yang tidak berguna,
Tuhan tidak akan memberikannya kepadamu.

Jika engkau inginkan utk diberkati berlimpah, tapi Tuhan tahu itu sesuatu yang membahayakanmu,
Tuhan tidak akan memberikannya kepadamu.

Dashyat.

 

Sahabats dengar baik,

Jangan-jangan inilah alasan kenapa doa & permintaan kita seringkali tidak dijawab Tuhan.
Jangan-jangan inilah alasan kenapa doa & permintaan kita seringkali dijawab Tuhan dengan TIDAK.

Kita akhirnya “marah” dengan Tuhan.
Kita merasa Tuhan tidak adil.
Kita merasa Tuhan tidak peduli pada kita.

Parahnya,
Ada sebagian sahabats akhirnya memutuskan bahwa Tuhan itu TIDAK ADA.

Akhirnya,
kita mulai mengandalkan kekuatan kita sendiri untuk mendapatkan apa yang menjadi keinginan kita.
Kita tidak lagi merasa perlu berdoa & memohon ijin kepada Tuhan.
Kita tidak lagi merasa perlu mendengar jawaban Tuhan yang berkata “TIDAK”.
Kita tidak lagi mengikutsertakan Tuhan dalam setiap keputusan yang kita ambil.

Kita memutuskan untuk menjadi PENENTU keberhasilan hidup kita.
Kita memutuskan untuk menjadi ‘tuhan’ dalam hidup kita sendiri.


Kita tidak sadar, kita mulai memaksakan untuk mendapatkan batu & ular.
Padahal kita tahu ujung dari semua ini, kita akan terlibat dalam masalah2 kehidupan.
Kita terjebak dalam ketidakpuasan, ketidakbahagiaan, cinta uang, jerat hutang, korupsi, stress, narkoba dsb.

Lalu parahnya,
saat kita akhirnya jatuh dalam masalah2 kehidupan,
kita menyalahkan Tuhan atas semua ini.

Padahal,
kita sendiri yang menjerumuskan diri kita ke dalam masalah ini,
kita sendiri yang tidak mau mendengar nasehat Tuhan,
kita sendiri yang memaksakan untuk mendapatkan batu & ular.

Dashyat.

 

Akhirnya sahabats,

Kita harus yakin sepenuhnya, bahwa Tuhan itu MAHA BAIK.
Dan Tuhan selalu memberikan yang BAIK buat kita.

Dalam kasusku,
mungkin Tuhan mau memberiku mobil baru yang lebih sehat & aman.
Tapi Tuhan mau melihat bagaimana responku,
apakah itu membuatku menjadi manusia yang lebih buruk atau lebih baik.

Semua,
tergantung kepada RESPON-ku menghadapi ujian berkat ini.

Apapun itu, ganti mobil atau tidak,
kini aku mantap,
untuk menyerahkan semuanya ke dalam keputusanNya, bukan keputusanku.

Karena aku yakin,

Tuhan selalu memberi ROTI dan bukan BATU,
IKAN dan bukan ULAR.

 

BSD, 22 Sept 2010
Robby Hadisubrata

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s