Menjadi KEPALA & Bukan EKOR

Dear Sahabats,

Ijinkan aku membagikan pengalaman yang berharga bersama Tuhan yang kualami di perusahaanku,
Terminix Indonesia.

Bukan untuk kesombongan diri & mencuri kemuliaan Tuhan,
akan tetapi hanyalah untuk menyatakan betapa DASHYAT-nya Tuhan Yesus yang kita sembah,
dan betapa DASHYAT-nya DAMPAK yang kita bisa lakukan jika Tuhan Yesus beserta kita.

 

Kuteringat,
semua berawal dari kira-kira 3 tahun yang lalu.
Saat kurasakan Tuhan terus memanggilku untuk melakukan suatu tugas,
melalui orang-orang di sekitarku.

Diawali dengan upayaku untuk keluar dari perusahaanku yang terus menerus gagal,
hingga istriku berkata, “Mungkin Tuhan punya maksud kenapa kamu tetap bekerja di Terminix.”

Lalu tuntunan Gembala-ku di GBI WTC yang menyadarkan-ku tentang Panggilan & Amanat Agung,
dimana perusahaan tempat kita bekerja adalah DOMAIN yang harus kita rebut dan menangkan untuk Tuhan.

Selain itu, keikutsertaanku di KBC (Kingdom Business Community) yang memantapkanku untuk melangkah,
yakni untuk berani menerapkan nilai2 Kebenaran dalam bekerja, apapun resikonya.

Ya,
Akhirnya aku melangkah.

Untuk pertama kalinya,
Aku memutuskan untuk mengundang Tuhan masuk ke dalam perusahaanku.

Dashyat.

 

Sahabats yang diberkati Tuhan,

Karena modal yang kumiliki dari Tuhan adalah jabatan-ku sebagai National Sales Manager,
& keteladanan-ku berjalan mempraktekkan Kebenaran dalam keseharianku,
& talenta-ku yaitu mengajar,

Aku mulai melangkah.

Aku memutuskan untuk mulai berkeliling cabang untuk mengajar,
bukan tentang salesmanships seperti biasanya,
tapi kali ini aku mengajar tentang Tuhan.

Dashyat.

Aku bukan seorang pendeta,
pertobatan-ku baru menginjak tahun ke-3 saat itu,
sehingga pengenalan-ku akan Tuhan pun belum terlalu mendalam,
Tapi Roh Kudus-lah yang memberi keberanian pada diriku untuk melangkah.

Aku mengajarkan teman2 di cabang, untuk menyadari pentingnya pemulihan hubungan dengan Tuhan,
Aku mengajarkan nilai2 Kebenaran seperti pemulihan gambar bapa, gambar diri, luka bathin & keterikatan,
Aku juga mengajak untuk meluruskan cara-cara bekerja/berbisnis yang selama ini tidak berkenan dihadapan Tuhan.

Tentu, ini bukan suatu yang mudah buatku.
Mengajarkan Tuhan kepada perusahaan yang 98% karyawannya menganut agama yg berbeda denganku,
Yang pimpinan tertinggi-nya pun menganut agama yg berbeda denganku.

Satu janji Tuhan yang terus Tuhan ingatkan padaku,
Dan itu yang membuatku berani untuk terus melangkah,

Engkau akan menjadi KEPALA & bukan EKOR.

Dashyat.

Ternyata, semua berjalan sangat baik,
Dan ini tak lain membuktikan bahwa ini BUKAN karena kuat gagahku,
tapi karena ada Yesus yang menyertai setiap langkahku.

 

Sahabats ketahuilah,

Hasilnya sangat dashyat.
Di tahun pertama itu juga, perusahaan kami mengalami prestasi yang cukup menakjubkan.
Dan ini mematahkan semua rasa pesimis yang timbul dari banyak pihak,
Khususnya keragu-raguan apakah akan berhasil jika menjalankan bisnis dengan cara yang lurus.

Tuhan telah membuktikan,
Tanpa sogok pun perusahaan kami tetap maju, bahkan berkinerja sangat baik.

Dashyat.

Kini kupercaya, mujizat 5 roti & 2 ikan cukup memberi makan 5000 orang, juga aku alami.
Hanya dengan modal (baca: talenta) yang sederhana & keberanian utk melangkah,
aku telah bisa ber-DAMPAK kepada perusahaan.

 

Sahabats yang dikasihi Tuhan,

Jujur, sesungguhnya aku sudah sangat puas dengan pencapaian yang sudah kualami.
Tapi di tahun kedua, ternyata Tuhan membawaku naik lebih lagi terbang tinggi bagai rajawali.

Tuhan mengarahkanku untuk bukan saja mengundang Tuhan masuk dalam perusahaan-ku,
Melainkan untuk menjadikan Tuhan sebagai PUSAT dalam perusahaan-ku.
Artinya, apapun itu yang kita lakukan haruslah menjadikan Tuhan sebagai dasar & yang utama.

Dashyat.

Kembali,
Aku berkeliling cabang untuk mengajarkan nilai2 pentingnya Tuhan dalam kehidupan & pekerjaan kita,
Bahwa Tuhan telah mempercayakan talenta & panggilan bagi setiap kita,
& bahwa ada maksud Tuhan kenapa kita ditempatkan di perusahaan sekarang ini,
Yakni untuk mengembangkan talenta kita & saling melengkapi untuk mencapai tujuan.

Bekerja bukanlah untuk sekedar mencari uang.
Bekerja bukanlah untuk sekedar mengejar kesuksesan.

Bekerja adalah Amanah, DARI & UNTUK Tuhan.

Haleluya.

Kembali hasilnya,
Kinerja perusahaan semakin membaik,
Suasana kerja semakin nyaman, harmonis & sangat kekeluargaan.

Dan ini membuka mata INDUK PERUSAHAAN kami.

Kuteringat FirmanNya : “Kota diatas bukit tidak mungkin tersembunyi.”

Mereka akhirnya memutuskan untuk menjadikan kami model percontohan,
Agar nilai-nilai Ketuhanan juga diterapkan di induk perusahaan kami.

Dashyat.

Tuhan telah membawaku naik lagi,
Untuk juga ber-DAMPAK kepada induk perusahaanku.

Ya, kuteringat akan janjiNya,
Jika kita setia melakukan perkara kecil,
Maka Tuhan akan percayakan perkara yang besar.

Dan itulah yang kualami.

Dashyat.

 

Tahun ketiga,
Apa yang tak pernah dilihat oleh mata,
dan tidak pernah didengar oleh telinga,
dan yang tidak pernah timbul di dalam hatiku,
Semua disediakan Tuhan buatku.

Dimulai dengan CARA-nya yang ajaib,
Tuhan memindahkanku ke People (HRD) Department dimana aku bisa lebih lagi fokus mengembangkan talentaku.

Belum habis 6 bulan aku menjalankannya,
Tuhan membawa perusahaanku mengalami restrukturisasi,
Yang mengangkatku naik menjadi General Manager Operations Support.

Dan visi perusahaan-ku yang baru adalah :

“Menjadi perusahaan terpandang di Asia Pasifik,
dan mengembangkan setiap individu berdasarkan
nilai-nilai Ketuhanan.”

Dashyat.

 

Tahukah kau Sahabats,

Tuhan tidak berhenti disitu saja,
Kabar terakhir yang mengagetkan-ku.

Sudah sejak lama,
Terminix International menyadari pertumbuhan yang sangat pesat yang Terminix Indonesia alami,
Berbeda jauh dengan Terminix di belasan negara lainnya.

Dan selama beberapa tahun terakhir ini,
Berulang kali dalam kunjungannya ke Indonesia,
Mereka berupaya menemukan kunci keberhasilan kami.

Dan aku percaya bukan suatu kebetulan,
Beberapa hari yang lalu,
Aku mendapat kabar bahwa terjadi perubahan pemahaman filosofi dari Terminix International,

Yang semula filosofinya,

Hormati Tuhan dalam segala tindakanmu,
Bantulah karyawan untuk berkembang,
& selalu berupaya mencapai yang terbaik,
Maka OTOMATIS, perusahaan akan bertumbuh dalam profit.

Kini filosofinya menjadi,

Tuhan haruslah menjadi dasar dalam upaya kami mengembangkan karyawan,
Tuhan haruslah menjadi dasar dalam upaya kami memuaskan pelanggan,
Tuhan pulalah yang harus menjadi dasar dalam upaya kami mencapai profit.

Dahsyat.

Artinya,
Kini Terminix International telah menjadikan Tuhan sebagai PUSAT dari perusahaan.

It’s now a GOD DRIVEN COMPANY,
Sebuah perusahaan yang digerakkan oleh nilai-nilai Ketuhanan.
Sebuah perusahaan yang digerakkan oleh Tuhan.

Dashyat.

Tuhan, sungguh aku terpesona.
Kuteringat nubuatan seorang hamba Tuhan kepadaku,

“Engkau seperti sarung tangan yang tidak ada artinya,
tapi saat engkau mempercayakan TANGAN TUHAN untuk mengisi sarung tangan itu,
maka engkau MAMPU melakukan perkara-perkara AJAIB.”

 

Akhirnya Sahabats,

Aku percaya tahun ini bukan akhir dari perjalananku bersama Tuhan.
Aku percaya tahun-tahun ke depan, Tuhan akan bawa aku naik lagi ke level selanjutnya.
Aku percaya Tuhan akan terus menggenapi janjiNya kepadaku,

Engkau akan menjadi KEPALA & bukan EKOR.

 

BSD, 27 Oktober 2010
Robby Hadisubrata

Advertisements

2 thoughts on “Menjadi KEPALA & Bukan EKOR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s