Menikmati PADANG GURUN

Dear Sahabats,

Ijinkan aku membagikan PENGALAMAN yang baru saja aku alami,
yaitu semenjak aku memutuskan untuk KELUAR dari perusahaan,
yang telah menjadi bagian hidupku selama 11 TAHUN lamanya.

Dibalik dari SILANG PENDAPAT yang ada di sekitarku,
dimana satu pihak berkata bahwa itu merupakan CAMPUR TANGAN Tuhan untuk mendidikku,
pihak lain berkata bahwa itu merupakan CAMPUR TANGAN iblis untuk menghancurkan hidupku,

Aku hanya ingin berbagi kepada Sahabats,
tentang apa yang kusebut pengalaman berada di PADANG GURUN,
dari sebuah SUDUT PANDANG yang berbeda.

Dashyat.

 
Sahabats yang penuh cinta,

Sebagai orang yang kepribadian STABIL (steadiness) menurut ilmu psikologi,
adalah SANGAT SULIT bagiku untuk menghadapi PERUBAHAN.

Itu juga mungkin sebabnya aku SETIA selama 12 tahun lamanya,
bekerja & mengabdi di perusahaan yang sama.

Aku SETIA untuk TIDAK MAU BERUBAH.

Dashyat.
 
Oleh karenanya,
dapat Sahabats bayangkan apa yang akan terjadi padaku,
saat menjalani proses PERUBAHAN ini.

Seperti tiba-tiba masuk ke PADANG GURUN.

Ditambah lagi,
iblis mulai menembakkan PANAH API-nya kepadaku.

Panah Api PENYESALAN akan keputusan untuk keluar dari pekerjaan,
yang telah memberikan kelimpahan kepadaku & keluargaku selama ini,

Panah Api KEPAHITAN kepada atasan & rekan kerja,
yang paling tidak berkorelasi pada keluarnya aku dari pekerjaan,

Panah Api KETAKUTAN dalam menghadapi masa depan,
bagaimana tanpa penghasilan aku bisa membiayai keluarga,

Panah Api KEPUTUSASAAN untuk berupaya bangkit,
keluar dari padang gurun menuju tanah perjanjian.

Jujur,
semua itu pernah untuk beberapa waktu menancap di pikiranku & membakar diriku.

Dashyat.

 
Sahabats yang penuh senyum,

Tahukah engkau apa yang diperoleh bangsa Israel dari Tuhan,
selama mereka berada di padang gurun?

PenyertaanNya, PenyediaanNya & Kasih KaruniaNya,
dalam bentuk roti manna, burung dara, air, tiang awan & tiang api.

Dashyat.

Dan saat kurenungkan,
ternyata yang kualami adalah SAMA PERSIS dengan bangsa Israel.

Walau aku masuk padang gurun,
Bapa telah menyediakan uang PESANGON yang nilainya sangat besar,
setara dengan aku tetap bekerja selama 2 tahun ke depan.

Walau aku masuk padang gurun,
Bapa memberikan hadiah KEHAMILAN anak kedua kami,
sesuai yang pernah Bapa janjikan melalui nubuatan seorang hamba Tuhan dahulu.

Walau aku masuk padang gurun,
Bapa telah membukakan aku waktu & kesempatan,
untuk fokus MENGEMBANGKAN pelayananku yakni pelatihan & buku “Menjadi Kepala Bukan Ekor”.

Dashyat.
 
Aku seharusnya,
BERSYUKUR atas semua yang Bapa telah sediakan,
bukan seperti bangsa Israel yang BERSUNGUT-SUNGUT kepada Tuhan,
bertanya “Kenapa? Kenapa?”

Aku seharusnya,
menikmati PADANG GURUN yang terbentang dihadapanku,
karena kutahu PASTI, Bapa selalu menyertaiku dengan KasihNya.

Dashyat.

 
Sahabats simak baik,

Muncullah sebuah KEYAKINAN dalam diriku,
muncullah sebuah IMAN dalam diriku,

walau ukurannya sekecil BIJI SESAWI tapi SOLID tanpa keraguan lagi,
bahwa Bapa menyertaiku, melindungiku & menyediakan segala kebutuhanku,
selama aku berada di PADANG GURUN.

Aku mulai bisa menikmati PADANG GURUN-ku.

Dashyat.

Aku menikmati bangun pagi & tidak lagi harus segera bersiap berangkat ke kantor,
aku menikmati merawat tanamanku & memberi makan ikan peliharanku,

aku menikmati duduk di depan laptopku di dalam kamar seharian,
menulis blog, menyelesaikan buku & mempersiapkan pelatihanku.

Aku menikmati PADANG GURUN-ku.

Dashyat.

 
Sahabats perhatikan baik,

Saat aku mulai bisa melihat dari SUDUT PANDANG yang berbeda,
saat aku mulai bisa melihat dari KACA MATA Tuhan,
semuanya jadi berubah jadi INDAH.

Tuhan pun memberikanku sebuah HADIAH bagiku,
sebuah PEMAHAMAN BARU yang merubah theologia-ku,
dan membawaku NAIK LEVEL dalam pengenalanku akan Bapa.

Itu merupakan hadiah yang SANGAT BERHARGA bagiku,
seperti layaknya sebuah MATA AIR di tengah padang gurun,
yang kembali MENYEGARKAN diriku untuk melangkah,
KELUAR dari padang gurun.

Dahsyat.
 
Tidak berhenti disitu,
tanpa perlu mengirimkan LAMARAN KERJA yang kucari di surat kabar,
Tuhan membawaku kini dapat bekerja paruh waktu sebagai TRAINER,
yang selain membayarku SANGAT MAHAL untuk bekerja hanya kurang lebih 6 hari/bulan,
juga mengijinkan aku tetap bisa FOKUS mengembangkan pelayananku “KepalaBukanEkor”.

Anehnya,
penghasilan yang kuperoleh jumlahnya PAS, tidak lebih tidak kurang,
untuk membayar cicilan rumah & mobilku.

Kuteringat,
beberapa saat lalu berdiskusi dengan istri tentang hal ini,
& kami bawa dalam DOA agar jika aku bekerja di kemudian hari,
penghasilanku paling tidak bisa MENUTUPI kedua cicilan tersebut.

Dan Bapa menjawabnya dengan AJAIB.

Dashyat.
 

Akhirnya Sahabats,

Kupercaya,
Tuhan tidak secara SENGAJA membawa bangsa Israel mengembara selama 40 tahun di padang gurun,
melainkan sebuah KEPUTUSAN untuk merespon dari bangsa Israel-lah,
yang membawa bangsanya sendiri berputar-putar di padang gurun.

Oleh karenanya kupercaya,
sebuah KEPUTUSAN untuk merespon dengan BENAR yang kuambil,
yang didasari dari sebuah PEMAHAMAN yang BENAR tentang Bapa,
telah membawaku hingga titik dimana aku bisa,

menikmati PADANG GURUN.

 
BSD, 20 Februari 2012
KepalaBukanEkor

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s