Rejeki Dipatok Ayam


“Jangan bangun telat, nanti rezeki-mu dipatok ayam”, kalimat yg sering kita dengar sejak masa kecil.


Nampaknya wejangan ini benar2 diterapkan oleh Bp Dede salah satu penjual makanan di Pasar Bersih Sentul City yg langsung berjualan selepas sholat subuh.


Karena ada kerjaan 2 hari di BLI (BCA Learning Institute), jadilah selama 2 hari saya datang pagi dan mencari sarapan di Pasar Bersih.


Menariknya, selama 2 hari, sekitar jam 06.00 pagi, hanya ada 1 tenda makanan yg buka, tenda “Ceret 2” milik Bp Dede yg menjual bubur ayam, lontong opor dan lontong sayur. 


Dan selama 2 hari itu, saya melihat tendanya tidak pernah sepi dari pengunjung. Saat saya makan disana saja, ada 3 orang yg makan dan 2 lainnya pesan “take away” alias bungkus.


Sy perhatikan pasar mulai rame penjual jam 7an, jadi selama kira2 1 jam, Bp Dede dapat menjual makanan tanpa punya pesaing. 


“Ya alhamdulillah, ada sekitar 10 – 20 orang yg makan”.


Andai 10 orang saja @ 10rb sudah 100rb hanya dalam 1 jam. 


Dashyat.


Ya, disaat yg lain masih tertidur lelap, Bp Dede sudah mengumpulkan rezeki-nya. 


Memang, rejeki anak soleh, tidak akan dipatok ayam. 


#careercoach #coachrob #kepalabukanekor #robnotes #inspiring #discoveryou #discoveryouworkshop #discoveryoucamp 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s