Pembangun PONDASI

Pondasi tidak terlihat, bangunan-lah yg terlihat.
Seringkali kita terjebak fokus bahkan memuji yang berhasil membangun bangunan, padahal bangunan bisa terbangun, karena ada yang terlebih dahulu berhasil membangun pondasi.
Belum lama Tuhan membukakan pemahaman ini kepadaku, sehubungan apa yang terjadi dalam sebuah pergerakan dimana aku terlibat.
Tapi siapa sangka, pesan ini pun Tuhan sematkan kepadaku.
Terima kasih, para pembangun pondasi. Jasamu mungkin tak terlihat dan kurang dihargai, tapi sesungguhnya jasamu sangat besar.

Advertisements

Melepaskan HAK

Dear Sahabats,

Semoga tulisan ini menyapa Sahabats dalam suasana penuh syukur kepada Bapa,
atas semua KEBAIKAN yang kita terima dalam kehidupan kita.

Ijinkan aku membagikan pengalamanku bersama Bapa,
yang mengajarkanku sebuah hal penting,
yakni tentang MELEPASKAN HAK.

 

Sahabats yang penuh kesabaran dari Roh Kudus,

Sebelum aku resmi resign dari perusahaan lamaku per tanggal 15 Sept 2011 ini,
aku sempat jatuh sakit, ternyata radang tenggorokan.

Masalah ini memang masalah lama yang sudah sering kualami,
dikarenakan kondisi amandel & anak tekak-ku sudah tidak baik.

Dikarenakan masih resmi berstatus karyawan sampai tanggal 15 Sept 2011,
walau aku sudah tidak ke kantor karena menghabiskan jatah cuti,
aku merasa MASIH BISA meng-klaim tunjangan pengobatanku.

Dan Puji Tuhan saat kulakukan itu,
dari pihak perusahaan tidak ada masalah & memprosesnya seperti biasa.

 
Mengingat kondisi amandel & anak tekak-ku sudah kronis,
dan dokter memang sudah menyarankan untuk melakukan OPERASI,
dan selama ini kutunda-tunda karena berbagai alasan,
kali ini aku memutuskan untuk menjalankan operasi tersebut.

Jujur salah satu pertimbanganku saat itu untuk operasi adalah,
karena masih dalam TANGGUNGAN perusahaan.

Yang penting, aku tidak berdosa & melakukan kesalahan,
karena semuanya sesuai dengan aturan yang berlaku di perusahaanku.

 
Tapi aku dikejutkan,
saat aku mau memproses klaim-nya ke perusahaan,
kuterima email PENOLAKAN dari perusahaan,
dengan mengatakan bahwa aku sudah menandatangani persetujuan nilai pesangon,
sehingga aku tidak berhak lagi meng-klaim pengobatanku.

Sungguh aku MARAH BESAR saat itu,
aku segera hubungi banyak Sahabats yang bekerja di HRD,
dan kutemukan bahwa AKU YANG BENAR, bahwa AKU MASIH BERHAK.

Semakin aku MARAH BESAR.

Kuingat kami berbalas-balasan email penuh EMOSI,
dan ujungnya aku berniat akan ADUKAN ke pihak Disnaker tentang KETIDAKADILAN ini.

Dashyat.

 
Dari sejak kejadian itu,
aku malah jadi URING-URINGAN seharian,
aku malah jadi KEHILANGAN damai sejahtera & sukacita.

Walau AKU BENAR,
aku KEHILANGAN damai sejahtera & sukacita.

Dashyat.

 

Sahabats perhatikan baik,

Kuteringat waktu itu aku pergi beribadah di hari Minggu,
setelah berhari-hari aku uring-uringan.

Jujur aku LELAH.
Berhari-hari URING-URINGAN, ternyata MELELAHKAN.

Saat memulai ibadah,
aku tetap dilingkupi perasaan TIDAK damai sejahtera & sukacita.

Hingga akhirnya di tengah2 ibadah,
ada dorongan untuk melakukan sesuatu,
aku harus melakukan sesuatu untuk MENGEMBALIKAN damai sejahtera & sukacitaku.

Aku pun berdoa & mengambil sebuah KEPUTUSAN,
untuk MELEPASKAN HAK.

Walaupun aku BENAR,
walaupun itu memang masih menjadi HAK-ku,
tapi aku memutuskan untuk MELEPASKAN HAK.

Aku memutuskan untuk TIDAK MENUNTUT & MERIBUTKAN-nya lagi,
aku percaya damai sejahtera & sukacita Tuhan jauh lebih berharga daripada seonggok uang,
aku percaya Tuhan pasti menggantikannya dengan berkatNya yang berlimpah,

aku MELEPASKAN HAK.

Dashyat.

 
Seketika itu juga,
damai sejahtera & sukacita Tuhan mengalir dalam hatiku & pikiranku,
aku bisa menjalankan ibadah hari itu dengan hati & pikiran penuh damai sejahtera & sukacita.

Keesokan harinya,
aku mengirimkan email PERMINTAAN MAAF kepada pihak perusahaan,
dan bahwa aku tidak akan meributkannya lagi, termasuk mengadukannya ke Disnaker,
walaupun keputusan dari perusahaan tidak mau menggantinya.

Dashyat.

 

Akhirnya Sahabats,

Kalau HAK orang DIBELOKKAN di hadapan Yang Mahatinggi,
atau orang diperlakukan TIDAK ADIL dalam perkaranya,
masakan Tuhan tidak melihatnya?
(Ratapan 3:34-35, penekanan ditambahkan)

Dashyat.

Sorenya di hari yang sama,
tiba-tiba aku memperoleh email balasan dari perusahaan,
dimana manajemen memutuskan untuk MENGGANTI sepenuhnya klaim pengobatanku.

Dashyat.

 
Ya,
Bapa melihatnya dan Bapa BERTINDAK.

Saat aku diperlakukan TIDAK ADIL,
Bapa melihatnya dan Bapa BERTINDAK.

Saat aku memutuskan untuk MELEPASKAN HAK,
Bapa melihatnya dan Bapa BERTINDAK.

 

Marilah kita MENGANGKAT HATI & TANGAN kita kepada Allah di sorga:
(Ratapan 3:41, penekanan ditambahkan)

Ya,
kini kupercaya sepenuhnya,

saat kita MENGANGKAT TANGAN,
Tuhan TURUN TANGAN
.

 

BSD, 13 Sept 2011
Robby Hadisubrata

Only YOU Can Be YOU

Dear Sahabats,

Semoga tulisan ini menjumpai Sahabats dalam suasana penuh semangat menjalani kehidupan.

 

Kamu semua adalah TUBUH Kristus,
dan kamu masing-masing adalah ANGGOTA-nya.
(1 Kor 12:27, penekanan ditambahkan)

Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota,
masing-masing secara KHUSUS, suatu TEMPAT PADA TUBUH,
seperti yang DIKEHENDAKI-Nya.
(1 Kor 12:18, penekanan ditambahkan)

Dashyat.
 

Aku percaya Hikmat Ilahi melingkupi rasul Paulus saat dia menuliskan Firman ini,
yang baru saja membuka akal budiku & membawaku kepada suatu pemahaman baru,
yang aku ingin bagikan kepada para Sahabats.

 

Sahabats yang dikasihi Tuhan,

Kita adalah TUBUH Kristus,
dimana Kristus menjadi KEPALA,
dan kita masing-masing menjadi ANGGOTA TUBUH.

Atas KEHENDAK Allah-lah,
aku DITEMPATKAN (baca: difungsikan) misalnya sebagai sebuah KAKI,
sedangkan mungkin Sahabat ditempatkan sebagai sebuah TANGAN,
secara KHUSUS (baca: spesifik) kita ditempatkan berbeda-beda.

 
Apa fungsi KAKI ?
Untuk berdiri, berjalan, menendang, melompat dst.

Apa fungsi TANGAN ?
Untuk memegang, mengambil, melambai, menulis dst.

 
Bisakah KAKI menggantikan seluruh fungsi TANGAN ?
Bisakah TANGAN menggantikan seluruh fungsi KAKI ?

Tidak mungkin.

 
Kenapa ?

Karena FITUR yang dimiliki sebuah TANGAN,
hanya bisa mendukung FUNGSI sebuah TANGAN, bukan kaki.

Karena FITUR yang dimiliki sebuah KAKI,
hanya bisa mendukung FUNGSI sebuah KAKI, bukan tangan.

 
Mungkin sebuah KAKI juga bisa memegang,
tapi TIDAK AKAN pernah se-OPTIMAL sebuah tangan dalam memegang sesuatu.

Mungkin sebuah TANGAN juga bisa berjalan,
tapi TIDAK AKAN pernah se-OPTIMAL sebuah kaki dalam berjalan.

 

Sebuah TANGAN hanya bisa OPTIMAL saat BERFUNGSI sebagai sebuah TANGAN,
sebuah TANGAN tidak bisa se-OPTIMAL sebuah KAKI, saat menjalankan FUNGSI sebuah KAKI,
hanya sebuah KAKI yang bisa OPTIMAL berfungsi sebagai sebuah KAKI.

Dashyat.

 

Demikian juga kita Sahabats,

Saat Tuhan menciptakan aku untuk menjadi seorang PENULIS,
Tuhan telah MEMPERLENGKAPI-ku dengan FITUR-FITUR yang mendukung.

Dan jika aku inginnya menjadi PENYANYI, bukannya PENULIS,
Maka PASTI aku TIDAK AKAN pernah OPTIMAL sebagai PENYANYI,
Karena aku tidak DIPERLENGKAPI Tuhan dengan FITUR-FITUR yang mendukung sebagai penyanyi.

Dashyat.

 
Itulah sebabnya Sahabats jangan pernah mau MENJADI SEPERTI orang lain,
atau malah CEMBURU melihat KESUKSESAN orang lain,
dan sibuk MENIRU kesuksesan orang lain, tapi akhirnya malahan GAGAL.

Jika tetangga anda membuka RESTORAN dan SUKSES,
jangan menjadi CEMBURU dan MENIRU membuka RESTORAN,
karena belum tentu anda akan se-SUKSES tetangga anda.

Dashyat.

 

Sahabats simak baik,

Dunia seringkali mengajarkan kita untuk FOKUS kepada MEMPERBAIKI KEKURANGAN diri kita,
jika kita KURANG di MATEMATIKA, kita disarankan untuk LES matematika,
jika kita KURANG di MUSIK, kita disarankan untuk LES musik.

 

Tapi itu menurutku MELELAHKAN,
dan hasilnya TIDAK OPTIMAL
.

 
Ya,
aku pernah mencoba berlatih main gitar,
hasilnya walaupun 3 bulan aku berlatih sampai jari-jariku kapalan,
satu lagu pun aku TIDAK BISA bawakan dengan baik.

Mungkin,
jika aku belajar EXTRA KERAS, mengambil KURSUS dibawah bimbingan guru yang hebat,
& menyediakan WAKTU lebih lama lagi, pada akhirnya aku akan BISA,
tapi lihat berapa banyak waktuku, tenagaku, pikiranku, uangku, yang KUBUANG untuk semua ini.

Dan hasilnya,
bisakah mengalahkan seorang Tohpati atau Belawan,
yang kuyakin memang memiliki KELEBIHAN (baca: Fitur) bermain gitar dari Tuhan ?

 

Jadi akan jauh lebih baik,
bukan FOKUS kepada MEMPERBAIKI KEKURANGAN diri kita,
tapi FOKUS-lah kepada MENGEMBANGKAN KELEBIHAN diri kita.

Dashyat.

 

Sahabats dengar baik,

Seringkali aku juga menemukan,
banyak Sahabats yang menjadikan KELEBIHAN-nya HANYA sebagai HOBBY.

Sahabats mungkin memiliki kelebihan dalam bidang FOTOGRAFI,
Tapi Sahabats bekerja di bagian KEUANGAN,
Dan hanya di WAKTU SENGGANG, Sahabats meluangkannya untuk FOTOGRAFI.

 
Tapi menurutku,
itu BUKAN yang Tuhan mau.

 

Karena kita ini buatan Allah,
diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan PEKERJAAN BAIK,
yang DIPERSIAPKAN Allah sebelumnya.
Ia mau, supaya kita HIDUP DI DALAMNYA.
(Efesus 2:10, penekanan ditambahkan)

 
Ya,
jika Tuhan MENCIPTAKAN (baca: membuat) dirimu untuk menjadi FOTOGRAFER,
dan Tuhan telah memberimu KELEBIHAN dalam bidang FOTOGRAFI,

Itu artinya Tuhan mau Sahabats BEKERJA sebagai FOTOGRAFER,
bukan yang lain.

Itu artinya Tuhan mau Sahabats HIDUP DI DALAMNYA,
bukan yang lain.

Dashyat.

 

Sahabats perhatikan baik,

Dunia juga mengajarkan kita untuk MENCINTAI PEKERJAAN kita,
tapi menurutku itu SALAH.

Jika Tuhan telah MENCIPTAKAN dirimu untuk menjadi FOTOGRAFER,
PASTI Tuhan telah juga menanamkan fitur KECINTAAN-mu (baca: passion) pada dunia fotografi,
bukan yang lain.

 
Jadi,
bukannya kita harus BELAJAR MENCINTAI apa yang kita kerjakan,
tapi lebih kepada,
KERJAKAN-lah apa yang engkau CINTAI.

Dashyat.

 
Hasilnya dapat dibandingkan,
mengerjakan sesuatu TANPA rasa CINTA terhadapnya,
dengan mengerjakan sesuatu dengan PENUH rasa CINTA,
PASTI hasilnya dashyat.

 

Sahabats perhatikan baik,

Menyadari FUNGSI & FITUR dari diri kita yang BERBEDA dari orang lain,
membawa kita kepada pemahaman yang lebih mendalam,
khususnya jika kita menjadi PEMIMPIN.

Pemimpin seringkali MEMINTA bawahannya untuk BERUBAH seperti yang dia mau,
bahkan untuk BERUBAH seperti DIRINYA.

Padahal itu SIA-SIA,
karena PASTI bawahannya TIDAK AKAN pernah OPTIMAL dalam perubahan tersebut.

 
Akan jauh lebih baik,
jika sebagai seorang PEMIMPIN,
bisa melihat KELEBIHAN masing2 bawahan,
dan memfungsikan mereka bersama-sama (baca: bekerja sama) sebagai sebuah TUBUH.

Jika dia membutuhkan seseorang yang TELITI,
daripada memaksakan bawahannya yang ULET untuk jadi TELITI,
lebih baik menambah bawahan yang memiliki KELEBIHAN dalam KETELITIAN.

 
Kuteringat dalam salah satu department di kantor lamaku,
kutemukan KELEBIHAN Supervisor-nya adalah dalam KREATIFITAS,
akan tetapi beliau TIDAK BISA mewujudkan ide menjadi hasil, TEPAT WAKTU.

Sekian lama kucoba MENGUBAH dia,
menjadi orang yang sesuai mau-ku dan GAGAL,
akhirnya kusadari LEBIH EFEKTIF untuk merekrut bawahan yang MELENGKAPI beliau,
yakni yang memiliki KELEBIHAN mewujudkan ide menjadi hasil, TEPAT WAKTU.

Semenjak itu,
kinerja department tersebut MENINGKAT PESAT.

Dashyat.

 

Akhirnya Sahabats,

Kupercaya kini bahwa Tuhan telah MEMPERSIAPKAN masing-masing kita,
suatu tempat khusus dalam TUBUH,
dan MEMPERLENGKAPI kita dengan FITUR-FITUR pendukung,
agar kita masing-masing bisa BERFUNGSI OPTIMAL sebagai ANGGOTA TUBUH tertentu.

 
And I realize now,
that YOU can’t be anyone else,
and nobody can be YOU as good as YOU,
cause God created YOU to be YOU,

and Only YOU Can Be YOU.

 
BSD, 9 Sept 2011
Robby Hadisubrata

To COMPLETE, Not To COMPETE

Dear Sahabats,

Salah satu adegan romantis dalam film layar lebar yang paling kusukai,
adalah dari film berjudul “Jerry Maguire”, yakni saat Tom Cruise,
yang selama ini dibantu Renee Zellweger dalam mengelola perusahaan barunya,
dan dalam perjalanannya mereka sempat ribut & putus hubungan,
hingga akhirnya Tom menyadari pentingnya Renee & memintanya kembali dengan berkata :

“YOU…, COMPLETE ME.”

Dashyat.

 

Sahabats,

Saat Tuhan menciptakan manusia,
Tuhan menciptakannya pria & wanita,
karena Tuhan menginginkan keduanya BERSAMA menjalani kehidupan.

Tuhan menciptakannya pria & wanita dengan segala PERBEDAAN-nya,
karena Tuhan menginginkan keduanya BEKERJA SAMA menjalani kehidupan,
karena keberadaan keduanya SALING MELENGKAPI.

Ya,
Seperti BAUT dan MUR,
pria & wanita diciptakan BERBEDA, untuk SALING MELENGKAPI.

Dashyat.

 

Sahabats simak baik,

Lalu apa yang telah berubah sekarang khususnya pada wanita,
dibandingkan dahulu saat Tuhan pertama kalinya mendesain pria & wanita?

Mengambil istilah Tom Cruise,
wanita yang pada awalnya didesain ‘to COMPLETE’ (baca: MELENGKAPI) pria,
kini melalui perkembangan zaman, budaya emansipasi & tuntutan kebutuhan hidup,
sadar tidak sadar, terpaksa tidak terpaksa,
wanita berubah desainnya menjadi ‘to COMPETE’ (baca: MENYAINGI) pria.

Disinilah AWAL dari banyaknya percekcokan dalam keluarga yang banyak terjadi dimana-mana,
Disinilah AWAL dari banyaknya perceraian dalam keluarga yang banyak terjadi dimana-mana.

Not to COMPLETE, but to COMPETE with man.

Dashyat.

 

Sahabats dengar baik,

Bukannya aku MENENTANG emansipasi,
bukannya aku MENENTANG wanita yang bekerja mencari nafkah,
tapi saat itu ‘kebablasan’,
hingga akhirnya wanita melupakan KODRAT-nya,
ada LUBANG yang ditinggalkan dalam keluarga,
ada LUBANG yang suatu saat berpotensi akan menjadi MASALAH dalam keluarga.

Fungsi MELAYANI suami, ditinggalkan & diserahkan pada pembantu,
fungsi MENGURUS anak, ditinggalkan & diserahkan pada suster,
fungsi MENGURUS rumah tangga, ditinggalkan & diserahkan pada pembantu,

hingga suami sadar tidak sadar merasa ada sesuatu yang hilang,
hingga suami sadar tidak sadar merasa ada sesuatu yang tidak memuaskan hatinya,

hanya karena istri terlalu ‘sibuk’ mengejar nafkah & karir,
hanya karena istri terlalu ‘sibuk’ & melupakan kodratnya.

Akibatnya,
seperti BAUT tanpa MUR,
apapun yang diikat tidak bisa terikat kuat,
mudah TERLEPAS.

Ya,
itulah sebabnya kini semakin banyak PERCEKCOKAN dalam keluarga,
itulah sebabnya kini semakin banyak PERCERAIAN dalam keluarga.

 

Sahabats perhatikan baik,

Saat kita mencoba mencari akar penyebab dari semua ini,
kenapa wanita bukan lagi ingin ‘to COMPLETE’ tapi malahan ‘to COMPETE’ dengan pria,
semua berakar pada huruf “L” (baca: LOVE) yang telah terlepas & terhilang.

CINTA yang mungkin tidak lagi dirasakan oleh seorang istri,
karena suaminya tidak lagi memberikan CINTA yang cukup baginya,
yang dijadikan energi bagi wanita untuk MEMBALAS mencintai suaminya.

Salah satu penyebab utamanya adalah,
hilangnya CINTA dalam hubungan suami istri.

Ya,
karena CINTA yang cukup yang membuat seorang istri rela & bahagia,
‘tetap’ melayani suaminya dari belakang layar,
karena CINTA yang cukup yang membuat seorang istri rela & bahagia,
‘tetap’ mendukung suaminya mencapai sukses,
karena CINTA yang cukup yang membuat seorang istri rela & bahagia,
‘tetap’ berfungsi sesuai kodratnya,

dibalik dari keterpaksaannya,
membantu mencari nafkah ataupun keinginannya untuk mengejar karir.

Dashyat.

Oleh karenanya,
suami harus menyadari tugasnya untuk MEMPERHATIKAN istrinya,
suami harus menyadari tugasnya untuk MEMBAHAGIAKAN istrinya,

Suami harus menyadari tugasnya untuk MENCINTAI istrinya.

 

Akhirnya Sahabats,

Seringkali kita mendengar kalimat bijak berikut ini :

“Dibalik kesuksesan seorang pria,
pasti ada wanita yang mendukung di belakangnya.”

Ya,
seperti BAUT tidak bisa berfungsi dengan optimal tanpa MUR,
demikian juga seorang suami tidak akan sukses tanpa istri yang mendukung.

Dukungan dengan memastikan urusan rumah tangga terkelola dengan baik,
dukungan dengan merawat anak & menyediakan kebutuhan suami dengan baik,
dukungan dengan menolong suami disaat suami butuh motivasi, nasehat, doa dll.

Oleh karenanya,
ijinkan aku mewakili semua suami & mengingatkan kepada para istri,
dibalik dari kesibukanmu membantu mencari nafkah & meniti karir,

Dalam menghadapi perjalanan & tantangan hidup,

I need you,
I really really need you,
& I will always need you…,

to COMPLETE, not to COMPETE.

 
Bogor, 4 April 2011
Robby Hadisubrata

Sebuah Pohon Yang RINDANG

Dear Sahabats,

Ada kebiasaan baru yang kulakukan di pagi hari.
Semenjak istriku merenovasi sedikit teras depan rumah,
aku jadi senang duduk di lantai teras sambil membaca koran & minum teh.

 
Pagi itu,
perhatianku terfokus pada SEBUAH POHON di halaman seberang rumahku.
Pohon itu sejenis dengan semua pohon di komplek rumahku,
tapi ada yang BERBEDA dengan pohon tersebut dibanding pohon2 lainnya.

Tidak seperti yang lain,
pohon itu sangat besar dan kokoh batangnya,
daun-daunnya sangatlah rindang,
dan bunganya berwarna kuning sangatlah banyak menghiasi disana-sini.

Saat angin agak kencang meniup,
perhatianku dikagetkan oleh begitu banyaknya burung yang terbang dari pohon itu.

Wah,
pohon itu sedemikian rindang,
hingga banyak burung senang hinggap disana.

Tiba-tiba suara yang kukenal berbisik di telingaku,

“Seperti itulah Terminix harus menjadi…,
sebuah pohon yang BESAR & RINDANG hingga BANYAK burung SENANG hinggap disana.”

Tak terasa air mataku mengalir.

Ya Tuhan,
Seperti itulah Terminix harus menjadi.

Seperti itulah perusahaan yang mengutamakan NILAI-NILAI KETUHANAN harus menjadi,
Seperti itulah perusahaan yang DISERTAI Tuhan harus menjadi,

Seperti pohon yang BESAR & RINDANG,
hingga BANYAK burung SENANG hinggap disana.

Terminix menjadi perusahaan yang BESAR & MENGUNTUNGKAN,
hingga BANYAK karyawan SENANG bekerja disana.

Dashyat.

 

Sahabats yang dicintai Tuhan,

Jika demikian,
Itu harus menjadi mimpi kita bersama ke depan.
Itu harus menjadi kerinduan kita bersama ke depan.

Itu harus menjadi TUJUAN kita bersama ke depan.

Tapi,
itu semua tidak dapat dicapai tanpa kita TANPA PERUBAHAN,
Itu semua tidak dapat dicapai tanpa kita berbenah diri.

Sadarilah,
Terminix adalah tadinya perusahaan KECIL yang kini berkembang PESAT menjadi perusahaan BESAR,
oleh karenanya kita tidak bisa lagi memakai CARA yang KECIL untuk menjalankan perusahaan sudah BESAR,
oleh karenanya kita tidak bisa lagi melakukan KEBIASAAN yang LAMA untuk menjalankan perusahaan yang BARU.

Oleh karena itu,
Mulai pertengahan tahun lalu, kita melakukan RESTRUKTURISASI perusahaan,
dan diperkirakan masih membutuhkan waktu 1-2 tahun lagi untuk menyelesaikannya.

Dashyat.

 

Sahabats simak baik,

Kuingat kerinduan pak Harlan yang pernah beliau sampaikan,
agar Terminix menjadi STANDAR PANUTAN di bisnis jasa pengendalian hama.

Itu berarti bukan hanya dalam hal KUALITAS,
Beliau juga ingin standar GAJI Terminix tertinggi diantara perusahaan yang lain,
beliau juga ingin FASILITAS Terminix tertinggi diantara perusahaan yang lain.

Setelah itu,
pasti banyak burung SENANG hinggap disana.

Dashyat.

Tapi,
semua itu perlu diawali dengan STANDARISASI akan segalanya,
dimana kita perlu menyusun standar2 akan segala hal,
standar penggajian, standar tunjangan, dan masih banyak lagi.

Seperti berlomba lari,
kita samakan dulu garis start-nya.

Baru sesudahnya,
akan jauh lebih mudah bagi perusahaan untuk MERUBAH termasuk MENAIKKAN semua itu.

Hanya saja,
mungkin akan ada Sahabats yang merasa “dirugikan” akibat proses standarisasi ini,
mungkin akan ada Sahabats yang merasa “ketidakadilan” selama proses perubahan ini,

tapi percayalah,
ini hanyalah TITIK START dari suatu TUJUAN YANG MULIA.

Dashyat.

 

Akhirnya Sahabats,

Perjalanan masih panjang menuju CITA-CITA,
tapi kita sudah mulai MELANGKAH maju selangkah demi selangkah.

Oleh karenanya,
persiapkan dirimu & bawahanmu untuk menerima proses STANDARISASI ini,
persiapkan dirimu & bawahanmu untuk melakukan proses RESTRUKTURISASI ini.

Persiapkan dirimu & bawahanmu untuk BERUBAH,
sejalan dengan proses perubahan Terminix menjadi SEBUAH POHON YANG RINDANG.

 
Bogor, 15 Maret 2011
Robby Hadisubrata

Sebuah Bukti CINTA

Dear Sahabats,

Ada sebuah kalimat bijak yang membawaku menuliskan note ini,

“Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata,
dan tidak pernah didengar oleh telinga,
dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia,
itu semua yang disediakan Tuhan untuk umatNya yang setia kepadaNya.”

Dahsyat.

 

Sahabats yang dicintai Tuhan,

Kuingat siang itu aku makan siang sendirian di Mall yang berada tepat di seberang kantorku.
Sesudahnya, aku berkeliling Mall utk menghabiskan waktu istirahat siang, sebelum kembali beraktifitas.

Dan, langkahku terhenti di depan sebuah optik terkemuka.
Aku teringat kacamataku sudah perlu diganti, karena kondisinya sudah rusak, penuh karat & lecet.
Aku pun memutuskan untuk melihat & mencoba beberapa kacamata yang dipajang.

Tapi,
Siang itu tidak ada keputusan apapun tentang kacamata.
Jujur, salah satu alasannya adalah beberapa kacamata yang menarik minatku, harganya cukup mahal.
Selintas kuteringat untuk bertanya kepada Tuhan, tapi kuyakin pasti jawabanNya adalah tidak.
Masih banyak kebutuhan yang lebih penting daripada sekedar mengganti kacamata.

Aku pun kembali beraktifitas seperti biasa.

Malamnya aku tidur cepat, dan aku tidak tahu ada pesan masuk di Blackberry-ku.
Baru keesokan paginya aku melihatnya.

Tidak ada kata-kata dalam pesan itu, hanyalah 2 buah gambar yang dikirim sahabatku.

2 buah gambar FRAME KACAMATA.

Dahsyat.

Aku tersentak, dan segera membalasnya.
Aku bertanya, apakah dia mau menjual kacamata buatku?
Dalam hati, itu sudah suatu MUJIZAT dari Tuhan buatku.

Lebih tersentak, saat aku menerima jawabannya.
Sahabatku ternyata mau memberi kacamata itu buatku sebagai HADIAH,
dan aku dipersilahkan memilihnya.

Dahsyat.

 

Sahabats yang disayang Tuhan,

Seringkali aku mendengar pendapat bahwa Tuhan tidak perduli pada kita secara personal.
Apalagi hal-hal kecil seperti sebuah kacamata buatku yang bukan siapa-siapanya Tuhan.
Masih banyak hal lain yang jauh lebih penting untuk Tuhan pikirkan.

Tapi,
Pagi itu pikiranku dibukakan.

Ternyata,
Tuhan perduli, bahkan pada hal-hal kecil sekalipun.

Dahsyat.

 

Sahabats simak baik,

Ternyata MUJIZAT belum selesai sampai disitu.

Pagi itu juga aku memilih kacamata yang kumau dari 2 pilihan yang ada.
Lalu sahabatku meminta aku segera menemuinya utk mengambilnya.
Dan dikarenakan kesibukanku, aku lupa untuk mengambilnya.

Hingga sahabatku menelepon.
Kuteringat kata-katanya yang mengingatkan,

“Kamu tahu tidak harga kacamata itu di optik ?”

Harga yang diucapkannya, mencengangkan diriku.

Kacamata itu harganya LEBIH DARI 4 JUTA.

Dashyat.

Tak kuasa aku menahan air mataku.
Aku menangis penuh syukur.

Bukan hanya Tuhan perduli padaku,
tapi Tuhan juga sediakan yang JAUH LEBIH BAIK, BAHKAN YANG TERBAIK buatku.

Tidak tanggung-tanggung, kacamata seharga 4 juta lebih disediakan buatku.
Padahal, kacamata yang termahal pernah kumiliki hanyalah seharga 1 juta lebih,
dan itupun aku sudah sangat bersyukur.

Apa yang tidak terpikirkan olehku,
Tuhan sediakan buatku dengan cara yang AJAIB.

Andai saja siang itu aku memutuskan untuk membeli kacamata,
Kupercaya Tuhan tidak akan melakukan semua KEAJAIBAN ini.

 

Sahabats camkan baik,

Seringkali,
Dunia mengajarkan kita untuk terbiasa memutuskan segala sesuatu TANPA perlu “bertanya” kepada Tuhan.
Kuteringat seorang trainer kelas dunia mengajarkan,

“Kita adalah penentu masa depan hidup kita sendiri”

Disatu sisi kesannya ajaran itu sangat positif,
Tapi disisi lain,

Kita bisa terjebak menjadi “tuhan” atas hidup kita.
Kita-lah yang mengambil keputusan & yang menentukan yang terbaik buat kita.

Padahal bukan itu yang Tuhan mau.
Padahal bukan itu yang terbaik buat kita.

Kuteringat seorang bijak pernah menasehati,

Tuhan baru akan turun tangan, jika kita mengangkat tangan.

Dahsyat.

Ya,
Bukannya berarti kita berserah & tidak melakukan apa-apa.
Tapi, jika kita terlalu merencanakan & memutuskan SEGALANYA dalam kehidupan kita,
Itu berarti kita tidak memberikan PORSI apa-apa kepada Tuhan.

 

Sahabats yang diberkahi Tuhan,

Kuteringat akan ayahku,
yang SANGAT antusias setiap kuminta pertolongan untuk melakukan sesuatu.
Ada suatu semangat ekstra, untuk melakukannya sesegera mungkin, sebaik mungkin.

Akhirnya kusadari,
Ayahku termotivasi karena walaupun aku sudah dewasa & walaupun usianya sudah lanjut,
Tapi saat aku meminta pertolongan kepadanya,
dia merasakan dirinya masih “dibutuhkan”.

Secara sederhana,
Sama halnya dengan Tuhan yang sedemikian mencintai kita, umatNya.

Tuhan rindu jika kita masih membutuhkanNya utk menentukan setiap langkah di hidup kita.
Tuhan rindu jika kita meminta Dia turut berperan dalam setiap keputusan yang kita ambil.
Tuhan rindu jika kita tetap “mengandalkan” Dia, bukan diri kita sendiri.

Dan Tuhan akan SANGAT antusias,
untuk memberikan yang TERBAIK buat kita.

Dan tahukah engkau sahabats,

Dasar dari Ayahku melakukan semua itu adalah CINTA-nya kepadaku.
Dasar dari Tuhan melakukan semua itu adalah CINTA-nya kepadaku.

Dahsyat.

Ya,
Saat engkau mencintai seseorang, engkau PERLU merasa “dibutuhkan”.
Karena engkau selalu mau memberikan YANG TERBAIK kepadanya,
dan itu bisa engkau lakukan hanya jika engkau DIBERI KESEMPATAN untuk merasa “dibutuhkan”.

 

Sahabats renungkan baik,

Setelah kita menyadari PERLUNYA peran serta Tuhan untuk mendapatkan yang terbaik dalam hidup kita,
kita perlu juga untuk MENGAKUI & MENGHARGAI peran serta Tuhan,
di dalam setiap peristiwa yang engkau alami di dalam hidupmu.

Setiap kali kita mengalami suatu KEBAIKAN dalam kehidupan kita,

Itu Tuhan,
bukannya kebetulan, bukannya hoki, bukannya dewi fortuna.

Itu Tuhan,
yang sangat perduli padamu, bahkan akan hal2 yang kau anggap kecil & tidak berarti.

Itu Tuhan,
yang sangat mencintaimu & yang ingin selalu memberikan yang terbaik untukmu.

 

Akhirnya Sahabats,

Kini kupercaya penuh bahwa Tuhan sangat memperdulikan kita umatNya,
bahkan untuk hal-hal yang ‘biasa’ dalam hidup kita,
hal-hal yang kita seringkali anggap itu kecil & tidak berarti.

Dan kini kusadari penuh,
Bahwa ternyata bagiku itu adalah,

Sebuah bukti CINTA dari Tuhan kepadaku.

 
Bogor, 13 Desember 2010
Robby Hadisubrata

Roti & Bukan BATU

Dear Sahabats,

Sudah menjadi kebiasaanku,
Hampir tiap pagi kugendong anakku Gavin yang baru berusia 8 bulan jalan-jalan keliling cluster rumahku.

Kemanapun matanya tertuju, kemanapun ia mau, aku mengarahkan kakiku kesana.
Saat dia hendak meraih sesuatu, aku mendekatkannya supaya dia bisa diraihnya.
Asalkan tidak membahayakan, aku akan lakukan demi Gavin, anakku.

Dan pagi itu,
Tuhan berbicara padaku.

“Adakah seorang dari padamu,
yang memberi BATU kepada anaknya, jika ia meminta ROTI,
Atau memberi ULAR, jika ia meminta IKAN?”

Ya,
Jika engkau saja tahu memberi pemberian yang baik kepada anakmu,
Apalagi Tuhan-mu!
Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepadaNya.

Dashyat.

 

Sahabats renungkan baik,

Tidak ada yang TIDAK BAIK Tuhan berikan kepadamu.
Karena Tuhan TIDAK PUNYA yang TIDAK BAIK untuk diberikan kepadamu.

Ya,
Yang Tuhan punya PASTI YANG BAIK buatmu.

Dashyat.

Hanya saja,
seringkali kita meminta yang SALAH.

Seringkali kita meminta batu bukannya roti.
Seringkali kita meminta ular bukannya ikan.

 

Sahabats yang penuh senyum,

Belum lama ini aku mengalami kejadian serupa.
Dikarenakan perjalananku pulang pergi dari BSD-Bogor-BSD tiap harinya,
menuntut aku untuk memiliki mobil yang ‘sehat’.

Dan sungguh aku diberkati Tuhan,
hingga di tahun ini aku berniat MENGGANTI mobilku.

Akan tetapi,
pikiranku mulai tak henti hentinya memikirkan tentang mobil,
hingga aku pun sempat RIBUT dengan istri gara-gara mobil.

Parahnya,
aku sibuk memikirkan mobil hingga aku melupakan waktu untuk Tuhan.

Aku mulai MELUPAKAN Tuhan.

Yang aku pikirkan, hanyalah mau ganti mobil apa, dimana dapat harga termurah dsb.
Tiap saat, hanyalah itu yang di pikiranku.

Sampai beberapa hari lalu,
ada suatu kejadian yang membuat aku TERPAKSA melupakan untuk mengganti mobilku.

Dashyat.

 

Sahabats perhatikan baik,

Aku menyadari ternyata DIBERKATI pun bisa merupakan UJIAN buatku.

Sesuatu yang menurutku PENTING, bagi Tuhan itu TIDAK PENTING.
Sesuatu yang telah menyita waktu dan perhatianku berminggu-minggu, bagi Tuhan itu tidak penting.
Sesuatu yang sedemikan pentingnya hingga aku ribut dengan istriku, bagi Tuhan itu tidak penting.

Terima kasih ya Tuhanku atas teguranMu.

Ya,

Seringkali sesuatu yang menurut kita PENTING,
bagi Tuhan itu TIDAK PENTING.

Dashyat.

 

Sahabats renungkan baik,

Batu berbicara sesuatu yang TIDAK ADA GUNANYA bagi kita.
Ular berbicara sesuatu yang MEMBAHAYAKAN bagi kita.

Dan jika yang engkau inginkan adalah sesuatu yang tidak berguna bagimu,
dan jika yang engkau inginkan adalah sesuatu yang membahayakanmu,
Tuhan tidak akan memberikannya kepadamu.

Sesederhana itu.

Jika engkau inginkan mobil baru, tapi Tuhan tahu itu sesuatu yang tidak berguna,
Tuhan tidak akan memberikannya kepadamu.

Jika engkau inginkan utk diberkati berlimpah, tapi Tuhan tahu itu sesuatu yang membahayakanmu,
Tuhan tidak akan memberikannya kepadamu.

Dashyat.

 

Sahabats dengar baik,

Jangan-jangan inilah alasan kenapa doa & permintaan kita seringkali tidak dijawab Tuhan.
Jangan-jangan inilah alasan kenapa doa & permintaan kita seringkali dijawab Tuhan dengan TIDAK.

Kita akhirnya “marah” dengan Tuhan.
Kita merasa Tuhan tidak adil.
Kita merasa Tuhan tidak peduli pada kita.

Parahnya,
Ada sebagian sahabats akhirnya memutuskan bahwa Tuhan itu TIDAK ADA.

Akhirnya,
kita mulai mengandalkan kekuatan kita sendiri untuk mendapatkan apa yang menjadi keinginan kita.
Kita tidak lagi merasa perlu berdoa & memohon ijin kepada Tuhan.
Kita tidak lagi merasa perlu mendengar jawaban Tuhan yang berkata “TIDAK”.
Kita tidak lagi mengikutsertakan Tuhan dalam setiap keputusan yang kita ambil.

Kita memutuskan untuk menjadi PENENTU keberhasilan hidup kita.
Kita memutuskan untuk menjadi ‘tuhan’ dalam hidup kita sendiri.


Kita tidak sadar, kita mulai memaksakan untuk mendapatkan batu & ular.
Padahal kita tahu ujung dari semua ini, kita akan terlibat dalam masalah2 kehidupan.
Kita terjebak dalam ketidakpuasan, ketidakbahagiaan, cinta uang, jerat hutang, korupsi, stress, narkoba dsb.

Lalu parahnya,
saat kita akhirnya jatuh dalam masalah2 kehidupan,
kita menyalahkan Tuhan atas semua ini.

Padahal,
kita sendiri yang menjerumuskan diri kita ke dalam masalah ini,
kita sendiri yang tidak mau mendengar nasehat Tuhan,
kita sendiri yang memaksakan untuk mendapatkan batu & ular.

Dashyat.

 

Akhirnya sahabats,

Kita harus yakin sepenuhnya, bahwa Tuhan itu MAHA BAIK.
Dan Tuhan selalu memberikan yang BAIK buat kita.

Dalam kasusku,
mungkin Tuhan mau memberiku mobil baru yang lebih sehat & aman.
Tapi Tuhan mau melihat bagaimana responku,
apakah itu membuatku menjadi manusia yang lebih buruk atau lebih baik.

Semua,
tergantung kepada RESPON-ku menghadapi ujian berkat ini.

Apapun itu, ganti mobil atau tidak,
kini aku mantap,
untuk menyerahkan semuanya ke dalam keputusanNya, bukan keputusanku.

Karena aku yakin,

Tuhan selalu memberi ROTI dan bukan BATU,
IKAN dan bukan ULAR.

 

BSD, 22 Sept 2010
Robby Hadisubrata